news

Transformasi digital yang diterapkan oleh Bank Perekonomian Rakyat (BPR) mulai memperkuat pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan kepercayaan masyarakat, sekaligus memperluas dampak ekonomi di daerah. Layanan digital mempermudah transaksi, mempercepat verifikasi, meningkatkan keamanan dana, serta meningkatkan efisiensi operasional BPR.

Beberapa contoh BPR yang berhasil menunjukkan dampak positif termasuk:

  • BPR Muhadi (Brebes, Jateng): Total aset Rp100 miliar, laba Rp38 miliar, dengan pembiayaan konsumtif terukur bagi guru dan masyarakat lokal.

  • BPR Tritunggal (Kalbar): Pertumbuhan aset rata-rata 25% per tahun dan DPK tumbuh 20% per tahun, NPL <5%, menyalurkan kredit ke sektor peternakan, perkebunan, perumahan, dan perdagangan.

  • BPR Nusumma (Jatim): Aset naik 51,21%, DPK 56,66%, NPL netto 2,66%, mempercepat pembiayaan ke sektor perdagangan, pertanian, industri, dan jasa.

Digitalisasi juga memungkinkan BPR memperluas jangkauan melalui kolaborasi dengan platform digital, misalnya Deposito BPR by Komunal, sehingga masyarakat lebih mudah menempatkan dana dengan aman dan transparan.

Dengan layanan digital yang aman, efisien, dan berbasis ekosistem, BPR diharapkan mampu:

  • Memperkuat pembiayaan UMKM.

  • Memperbesar dampak ekonomi lokal.

  • Meningkatkan kepercayaan nasabah.

Selain itu, simpanan masyarakat tetap dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per deposan per bank, sehingga BPR menjadi alternatif simpanan yang aman dan inklusif.

Transformasi digital dipandang sebagai pengungkit utama agar BPR tetap relevan, tumbuh, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas di daerah.

Sumber: CNBC Indonesia