news

Bank Indonesia (BI) memperkirakan penyaluran kredit perbankan pada kuartal I 2026 tetap mengalami pertumbuhan. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 55,74 persen. Meski masih ekspansif, angkanya lebih rendah dibandingkan hasil survei pada kuartal IV 2025.

Pada kuartal IV 2025, permintaan kredit baru tercatat meningkat cukup kuat dengan SBT mencapai 88,92 persen, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya. Selain itu, standar pemberian kredit pada periode tersebut juga cenderung lebih longgar, terlihat dari Indeks Lending Standard (ILS) yang berada di zona negatif.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan pelonggaran tersebut antara lain terjadi pada aspek biaya persetujuan, tenor pinjaman, serta suku bunga.

Memasuki kuartal I 2026, perbankan diperkirakan akan menerapkan standar yang lebih berhati-hati, tercermin dari ILS yang kembali positif. Meski demikian, outstanding kredit hingga akhir 2026 diproyeksikan tetap tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

BI menilai prospek ekonomi dan kondisi moneter yang relatif stabil serta risiko kredit yang terkendali menjadi faktor pendukung pertumbuhan tersebut.

Sumber: CNN Indonesia