Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menekankan pentingnya pengendalian inflasi dan perlindungan daya beli masyarakat menjelang Ramadhan 2026. Menurutnya, pemerintah sebaiknya bertindak preventif dengan memanfaatkan instrumen fiskal dan moneter sejak awal, bukan menunggu gejolak harga pangan terjadi.
Misbakhun menyoroti kelompok masyarakat menengah ke bawah yang paling rentan terhadap lonjakan harga bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng. Ia juga menekankan perlunya sinergi antara Bank Indonesia, Kemenkeu, OJK, dan perbankan, serta penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mendeteksi dini potensi inflasi.
Selain itu, dia mengingatkan pentingnya kelancaran distribusi logistik, pengawasan praktik spekulasi pasar, stabilitas nilai tukar Rupiah, dan kecukupan likuiditas perbankan agar aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadhan tetap lancar.
Misbakhun menegaskan, DPR akan memantau perkembangan harga, likuiditas, dan efektivitas kebijakan secara intensif, karena stabilitas harga bukan hanya angka, tetapi berdampak langsung pada ketenangan masyarakat dan perputaran ekonomi lokal selama bulan puasa dan Idul Fitri.
Sumber: Kompas.com