news

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026 akan berada sedikit di atas 3 persen. Meski demikian, angka tersebut masih dalam kisaran target inflasi tahunan BI sebesar 1,5–3,5 persen.

Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menjelaskan bahwa tekanan inflasi saat ini masih dipengaruhi dampak kebijakan diskon tarif listrik 50 persen yang berlaku pada awal 2025. Efek kebijakan tersebut diperkirakan masih terasa hingga kuartal pertama 2026.

Pada Januari 2026, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat 3,55 persen secara tahunan, sedikit melampaui batas atas target. Namun BI menilai kondisi tersebut bersifat sementara dan akan kembali stabil setelah dampak diskon listrik mereda.

Dari sisi harga pangan, BI terus melakukan pemantauan, terutama selama Ramadhan dan Lebaran. Sejauh ini, pasokan sejumlah komoditas hortikultura seperti bawang dan cabai dinilai cukup aman karena memasuki masa panen.

Secara keseluruhan, BI optimistis inflasi sepanjang 2026 tetap terkendali di bawah 3 persen. Inflasi inti diperkirakan rendah, sementara inflasi pangan dan tekanan dari luar negeri (imported inflation) juga diyakini tetap terjaga melalui koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah.

Sumber: Kompas.com