news

Bank Indonesia menyiapkan total uang tunai sebesar Rp185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026. Sebesar Rp177 triliun dialokasikan untuk perbankan, termasuk penarikan melalui ATM dan kantor cabang.

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menyatakan peningkatan jumlah uang tunai ini sejalan dengan mobilitas masyarakat dan konsumsi rumah tangga yang meningkat pada periode RAFI, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi 2026.

BI mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi digital melalui mobile banking, internet banking, BI-FAST, dan QRIS untuk kemudahan, keamanan, dan efisiensi.

Untuk layanan penukaran uang, BI menyediakan Rp8,6 triliun melalui Aplikasi PINTAR, dengan nominal Rp5,3 juta per paket. Layanan tersedia di 2.883 titik dengan 8.755 layanan oleh BI dan perbankan di seluruh Indonesia, termasuk kas keliling, kantor bank, dan lokasi strategis seperti rumah ibadah. Khusus DKI Jakarta, layanan terpadu digelar 12–15 Maret 2026 di GBK Basketball Hall, Senayan.

Pemesanan penukaran dilakukan dalam dua tahap melalui aplikasi PINTAR: tahap pertama mulai 13–14 Februari 2026, dan tahap kedua mulai 26–27 Februari 2026, menyesuaikan wilayah.

Selain itu, BI menyelenggarakan program SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) bekerja sama dengan perbankan dan Asosiasi Pengolahan Uang Tunai Indonesia (APJATIN) untuk memastikan distribusi uang lancar dan tepat sasaran.

BI juga mengimbau masyarakat untuk mengenali keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dan merawat Rupiah sesuai prinsip 5J (tidak dilipat, dicoret, diremas, distapler, atau dibasahi).

Dengan sinergi distribusi tunai, akselerasi pembayaran digital, dan perilaku transaksi bijak masyarakat, BI menargetkan kelancaran sistem pembayaran selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Sumber: CNN Indonesia